Course description

Description

Pengolahan Kayu

Qualifications and Goals

Setelah mempelajari modul ini siswa dapat:

  1. menjelaskan perkembangan teknologi bahan kayu;
  2. mendeskripsikan jenis dan sifat bahan kayu;
  3. mendeskripsikan fungsi bahan kayu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari;
  4. menjelaskan cara mengolah kayu menjadi barang jadi dalam kehidupan sehari-hari; dan
  5. menjelaskan dampak limbah kayu terhadap pencemaran lingkungan hidup.

Course content

a.  Pengolahan Bahan Kayu

Setiap malam kita tidur dengan enak  di tempat tidur yang terbuat dari kayu. Apakah kalian berpikir dari manakah tempat tidur dari bahan  kayu tersebut?  Benar……dari hutan, lalu bagaimanakah kayu diolah hingga menghasilkan barang jadi? Siapakah yang terlibat dalam pekerjaan ini?. 

 

Joko adalah seorang pembibit hutan. Ia bekerja seharian di alam terbuka. Ia mempunyai hutan produksi. Kalian bisa menyebutnya sebagai petani penanam pohon di hutan. Ia mengenal macam-macam pohon di hutan . Bila pohon-pohon itu sudah cukup besar, ia menebangnya.

Wawan seorang pekerja di pabrik penggergajian. Ia menggergaji pohon-pohon yang ditebang di hutan. Di pabrik ini ia belajar bagai- mana pisau gergaji dipasang.

Didi seorang pengontrol kualitas dari kayu. Sebenarnya tidak ada jenis pohon yang sama persis. Kita bisa melihat perbedaan setiap jenis pohon dari potongan–potongan kayu. Didi belajar mengenai macam-macam kayu sewaktu bersekolah dulu. Dengan modal keterampilannya, ia bekerja di pabrik milik seorang teman. Ia membeli kayu-kayu tersebut kemudian dibawa ke pabrik penggergajian.

Yahanto adalah seorang pengusaha kayu. Ia mengerti banyak harga-harga kayu. Ia membeli kayu-kayu tersebut dari seorang petani  hutan atau kayu dari pabrik penggergajian, setelah itu, ia menjualnya kembali.

Yudistiro adalah seorang pembuat tempat tidur dan mebel. Ia merancang pembuatan tempat tidur dan mebel-mebel. Semua itu Ia pelajari di Sekolah Menengah Kejuruan. Ia memahami bagaimana proses pembuatan  tempat tidur  dan mebel tersebut di pabrik. Setelah itu, barulah dijual di toko-toko.

Agus adalah seorang pedagang toko. Ia belajar di sekolah khusus dagang. Ia mengetahui harga-harga tempat tidur yang ada di tokonya.

Tahukah Anda sekalian, berapa banyak profesi yang terlibat pengerjaan kayu? Ya…..tentu banyak. Semuanya harus memahami perkayuan. Apakah Anda sekalian tertarik untuk memahami pekerjaan perkayuan?

Kayu merupakan bahan bangunan alam. Artinya kayu dapat diperoleh di alam bebas atau yang disebut hutan. Hutan di Indonesia dikelola oleh pemerintah, termasuk penebangannya. Namun, sekarang ini penebangan kayu di hutan-hutan Indonesia banyak  yang diserahkan kepada peru-sahaan penebangan swasta. Setelah memperoleh izin dari Departemen Kehutanan. Untuk menjaga kelestarian hutan agar tidak terjadi lahan atau hutan gundul akibat penebangan, dilakukan reboisasi oleh para penebang. Para penebang diwajibkan menanam kembali pohon pada lokasi penebangan.

 

Kayu hasil penebangan dijual kepada pedagang dalam bentuk balok besar atau glondongan. Selanjutnya diolah kayu tersebut, diberi tanda cap dan tanggal penebangan. Untuk mengangkut kayu harus ada surat-surat lengkap dari Departemen Kehutanan. Pengolahan kayu mulai dari glondongan menjadi bahan kayu berupa balok dapat dilakukan di hutan dengan cara digergaji manual atau gergaji mesin. Bisa juga dibawa ke pabrik untuk diolah dengan mesin-mesin pengerjaan kayu.

 

Cara mengangkut kayu dari hutan ke pabrik pengolahan dilakukan melalui darat dengan cara meng-gunakan tenaga binatang, seperti gajah, kuda atau dengan alat berat seperti traktor, kemudian diangkut oleh truk.

 

Kayu dapat juga diangkut melalui laut atau sungai. Bila melalui sungai, dilakukan dengan cara kayu dihanyutkan. Setelah kayu sampai di laut, kayu tersebut diangkut oleh kapal laut.

Coba Anda sekalian perhatikan benda-benda yang ada di dalam kelas! Sebutkanlah benda-benda mana yang terbuat dari bahan Kayu?.

 

 

b. Cara Penyimpanan dan Pengawetan  Bahan Kayu

Kayu yang sudah diolah dari glondongan hingga menjadi balok atau papan yang ada diper-dagangan, harus disimpan atau dilindungi dengan baik guna menghindari cacat-cacat kayu seperti melengkung, busuk, retak dan sebagainya, sebelum dijual atau digunakan oleh konsumen. Cara pengawetan kayu bisa dilakukan dengan cara terlebih dahulu kayu dicelupkan ke dalam cairan kimia dalam tungku yang besar dengan tekanan tinggi, sehingga jamur-jamur tidak akan hidup pada kayu yang sudah diawetkan. Cara penyimpanan kayu yaitu dengan cara disusun/ditumpuk dengan memberi ganjal balok kecil setiap lapisan, sekaligus untuk mempercepat proses pengeringan yang disebut kering udara.

 

Kayu balok atau papan perlu pengeringan yang sempurna sebelum dipergunakan. Selain dengan pengeringan udara bisa juga dengan proses pengeringan oven. Caranya kayu balok atau papan dimasukan ke dalam oven yang besar, lalu disusun memakai ganjal balok kecil tiap-tiap lapisan, lalu dipanaskan  dengan tenaga listrik kemudian  suhu ruangan diatur sampai mendapatkan pengeringan yang sempurna.

 

 c. Struktur Kayu

Penebangan pohon dilakukan bila pohon telah cukup umurnya, untuk mendapatkan mutu  baik. Batang dari pohon merupakan bagian yang menghasilkan kayu untuk bahan bangunan. Bahan kayu keras yang diameternya tidak kurang dari 20 cm dan panjang bagian lurusnya minimal 1 m, masih dapat digunakan untuk bahan mebel dan kerajinan tangan. Bila batang pohon ditebang, gelang-gelang tahunan dapat terlihat pada tampang melintang dan menunjukkan umur dari pohon. Lihat gambar struktur penampang batang. Tiap tahun terbentuk satu gelang tahunan. Pohon di Indonesia tumbuh lebih cepat pada musim hujan dibandingkan pada musim panas. Oleh karena itu, terjadi perbedaan warna pada batang dan gelang tahunan.

 

d.  Kegunaan Bahan Kayu

Pada tahun 857 Masehi, Penduduk Indonesia membangun rumah dengan menggunakan bahan kayu, karena kebutuhan tempat untuk berteduh menghindari diri dari ancaman binatang buas, dan pengaruh cuaca. Manusia pada zaman dulu membangun rumah menggunakan batang-batang pohon. Peralatan yang digunakan berupa kapak, pahat, dan gergaji. Dengan peralatan tersebut, mereka menebang pohon dan menggergaji sesuai ukuran, batang-batang yang sudah dipotong tersebut dirakit menjadi sebuah rumah. Ini terbukti dari peninggalan nenek moyang kita yaitu rumah tradisional dari kayu.

 

Kini selain kayu untuk membangun rumah, kayu juga dapat dibuat sebagai bahan baku pembuatan kertas, pensil, dan alat tulis lainya. Selain itu kayu dapat dibuat menjadi mebel seperti lemari pakaian, meja, kursi makan, tempat tidur bahkan untuk souvenir kerajinan tangan dan sebagainya.

 

Menurut jenisnya kayu ada yang keras dan ada pula yang lunak. Pada kayu yang lunak biasanya orang digunakan untuk perlengkapan rumah tangga dan sebagainya, sedangkan jenis kayu yang keras biasanya digunakan orang untuk jembatan, rangka atap bangunan, dan mebel seperti kursi, tempat tidur dan sebagainya. Jenis kayu yang keras selain kuat juga tahan lama  jika dibanding jenis kayu lunak.

 

 


Manager(s) for BTE2 : Lucky Yulian Alidhanie
Administrator for e-learning SMPN 1 Margahayu : Lucky Yulian Alidhanie
Powered by Claroline © 2001 - 2011